Jurusan Teknik Mesin Gelar Short Course Internasional tentang 3D Design dan Additive Manufacturing, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Inovasi Mahasiswa

Lhokseumawe, 8 Oktober 2026 — Jurusan Teknik Mesin menyelenggarakan kegiatan kuliah pendek (short course) bertajuk “3D Design and Additive Manufacturing: From Digital Model to Physical Product” pada Kamis (8/10/2026) pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 15 mahasiswa internasional yang berasal dari Maroko, Prancis, Kanada, Kamboja, dan Belanda.

Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik lintas budaya, khususnya dalam bidang teknik mesin serta perkembangan teknologi desain dan manufaktur. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami proses transformasi desain digital menjadi produk fisik melalui teknologi Additive Manufacturing (AM), termasuk penerapannya dalam pengembangan produk dan proyek inovasi mahasiswa.

Tidak hanya membahas aspek teoretis, kegiatan ini juga memperkenalkan bagaimana pengetahuan yang diperoleh di ruang kelas dapat diterapkan secara langsung dalam pengembangan produk nyata. Salah satu contoh yang dibahas adalah proyek Tim Castalia, sebuah tim multidisiplin yang melibatkan mahasiswa Teknik Mesin, Teknik Material, Teknik Elektro, dan Teknik Industri dalam pengembangan kapal berperforma tinggi dengan sistem penggerak motor listrik dan mesin berbahan bakar (fuel engine).

Tim Castalia secara konsisten mengembangkan inovasi untuk berkompetisi dalam Kontes Kapal Indonesia (KKI). Perjalanan tim ini dimulai pada KKI 2024 yang diselenggarakan di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), dengan meraih penghargaan Best Spirit. Tim kemudian melanjutkan partisipasinya pada KKI 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan KKI 2026 di Bengkalis.

Selanjutnya, Tim Castalia juga mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi SAMPAN 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada November 2026. Keikutsertaan dalam berbagai kompetisi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan desain, manufaktur, pengujian, dan evaluasi performa produk.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pengembangan inovasi tim adalah penerapan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, termasuk pemanfaatan material komposit hibrida berbasis serat alam lokal. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran akademik dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada kinerja teknis, tetapi juga pada pemanfaatan potensi sumber daya lokal.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang muncul selama kegiatan berlangsung. Interaksi tersebut menciptakan ruang diskusi akademik yang dinamis, mempertemukan perspektif mahasiswa dari latar belakang pendidikan dan budaya yang berbeda. Pertukaran gagasan ini sekaligus memperluas wawasan peserta mengenai pendekatan rekayasa, proses pengembangan produk, dan tantangan inovasi di tingkat global.

Ketua Jurusan Teknik Mesin, Asnawi, M.Sc., bersama Kepala Laboratorium Manufaktur, Reza Putra, M.Eng., menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Keduanya menilai bahwa pertemuan akademik lintas negara seperti ini merupakan kesempatan yang baik bagi mahasiswa untuk membuka cakrawala baru, memperluas perspektif, dan membangun komunikasi melalui diskusi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya.

Sementara itu, dosen pembimbing Tim Castalia, Muhammad Nuzan Rizki, M.T., menekankan pentingnya mahasiswa yang tergabung dalam Tim Castalia tidak hanya dituntut untuk mampu merancang dan mengembangkan produk rekayasa, tetapi juga harus mampu menjelaskan gagasan, proses, dan capaian proyek mereka kepada audiens dengan latar belakang yang berbeda.

“Ini menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk belajar menyampaikan proyek yang selama ini mereka kerjakan dengan menggunakan bahasa global. Mahasiswa perlu percaya diri dalam menjelaskan inovasi, menerima masukan, dan berdiskusi dengan komunitas akademik internasional. Kami berharap pengalaman ini menjadi penyemangat bagi mahasiswa untuk terus berinovasi, memanfaatkan potensi lokal, dan meningkatkan daya saing di tingkat global,” ungkapnya.

Melalui kegiatan short course ini, Jurusan Teknik Mesin berharap terbangun lingkungan akademik yang semakin terbuka terhadap kolaborasi internasional, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan inovasi berbasis proyek. Kegiatan ini sekaligus mempertegas pentingnya mengintegrasikan pembelajaran, riset, dan praktik manufaktur agar mahasiswa mampu menghasilkan karya rekayasa yang relevan dengan kebutuhan industri serta memiliki potensi untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional (MNR).